085646415014
085646415014
085646415014
5A279C09

Penetasan Telur Jangkrik dengan Sistem Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional

Wednesday, May 16th 2012. | Ternak Jangkrik

Penetasan Telur Jangkrik dengan Sistem Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional

Dalam beternak, pastinya ada yg namanya pengembangbiakan, begitu juga dalam beternak jangkrik. Utk mengembangbiakkan jangkrik, pastinya kita mesti menetaskan telur – telur jangkrik itu. Serta dalam sistem penetasan telur jangkrik terdapat banyak langkah atau sistem yg dapat dilaksanakan. Nah dibawah ini pembicaraannya.

penetasan-telur-jangkrik-dengan-metode-tabur-benih-dan-tradisional-konvensional

A. Penetasan telur jangkrik dengan sistem Konvensional/tradisional

Penetasan telur jangkrik dengan langkah barusan dilaksanakan dengan menggunakan kotak penangkaran dan tanah atau pasir sebagai media penetasan. Selanjutnya langkah – langkahnya.

  • Pertama sediakan dulu kotak penangkaran jangkrik serta berikan alas plastik pada sisi basic kotak biar kotak tdk enteng kropos serta rusak
  • Ke dua, sediakan media penetasan bersifat tanah atau pasir yg udah diayak lembut. Tambahkan media ini ke kotak tadi hingga sama rata sampai ketebalannya kira-kira 1, 5 cm
  • Tambahkan dedaunan kering sesuai kebutuhan ke kotak. Ini memiliki tujuan sebagai tempat jangkrik utk bersembunyi sekalian utk mencari makan
  • Sehabis seluruh siap, tambahkan berapa jangkrik jantan serta betina dengan perbandingan 1 : 3 (satu jangkrik jantan berbanding 3 jangkrik betina)
  • Berikan makanan alami jangkrik sesuai kebutuhan saja. Dapat bersifat daun – daun muda, umbi – umbian, kacang – kacangan, serta buah – buahan yg lembab. Hal tersebut dilaksanakan biar banyak jangkrik teristimewa induk dapat tetap sehat, aktif serta banyak menghasilkan telur. Dan jangan sampai lupa utk mengambil makanan jangkrik yg tersisa biar tdk membusuk serta mengotori kotak penangkaran
  • Cek kotak penangkaran ini dengan cara teratur tiap-tiap hari. Simak berapa induk jangkrik di dalamnya. Andaikan udah terdapat banyak yg mati, itu mempunyai arti udah ada telur jangkrik yg siap menetas didalam tanah media penetasan
  • Sehabis sepuluh hari, ambillah seluruh jangkrik yg masih tetap hidup, serta pindahkan ke tempat lain
  • Semprot tanah dengan sedikit air biar masih lembab. Jangan sempat terlampau banjir dikarenakan mampu menyebabkan kerusakan telur. Saat sebelum laksanakan penyemprotan, bersihkan dahulu media tanah dari daun – daun kering yg masih tetap tersisa
  • Kebanyakan sehabis 13 hari dapat kelihatan berapa bayi jangkrik (nimfa). Andaikan udah demikianlah, mestinya lekas pindahkan seluruh jangkrik dewasa didalam kotak penangkaran ke tempat lain. Ini dilaksanakan dengan arah biar induk jangkrik tdk menggunakan anak – anaknya dikarenakan jangkrik miliki pembawaan kanibal.

B. Penetasan telur jangkrik dengan sistem tabur benih

Tidak hanya memanfaatkan sistem tradisional, anda bisa juga menetaskan telur jangkrik dengan sistem tabur benih. Media penetasannya lantas ada dua ragam, dapat memanfaatkan tanah, atau kain.

1. Media tanah

  • Sediakan nampan serta isi dengan tanah hingga ketebalan 1, 5 cm, serta yakinkan tanah itu dalam situasi lembab. Anda dapat menyemprotnya dengan air kabut secukupnya
  • Taburkan telur jangkrik diatas tanah dengan cara merata
  • Sehabis ditabur sama rata, tutup rapat nampan tersebut
  • Menjaga kelembapan tanah penetasan dengan menyemprotkan kabut air tiap tiap dua hari sekali
  • Sehabis 13 hari, dapat kelihatan anakan jangkrik yg udah menetas di media penetasan.

2. Media handuk

  • Pertama sediakan 2 hingga 3 batu bata serta rendam pada air sepanjang 60 menit. Lantas leburkan serta tempatkan ke kotak penetasan
  • Ambillah kain atau handuk yg miliki serat halus, serta gelar diatas bubuk batu bata lembab tadi
  • Taburkan telur jangkrik diatas media kain dengan cara merata
  • Menjaga kelembabannya dengan menyemprotkan kabut air lembut pada media tiap tiap 2 hari sekali
  • Sehabis 13 hari telur dapat menetas.
tags: , , , , , ,

Artikel lain Penetasan Telur Jangkrik dengan Sistem Tabur Benih serta Tradisional/Konvensional